Senin, 09 November 2015

Kelahiran Santiago Bernabeu



 B. Sejarah Stadion Santiago Bernabeu

Kelahiran Santiago Bernabéu
Kelahiran Stadion Santiago Bernabeu dan Stadion Santiago Yang Baru
     
        Perang saudara pecah pada tanggal 18 Juli 1936 dan meninggalkan  Chamartin Tua dalam keadaan rusak. Untuk memperbaiki kerusakan, Real Madrid harus menginvestasikan sejumlah besar dana. Pada bulan Oktober 1939, dibuka kembali tempat ini dengan pertandingan derby pertama setelah perang, di mana Real Madrid menang atas Atletico de Madrid dengan skors 2-1. Semangat para penggemar tidak menurun dengan konflik perang dan penonton memenuhi lapangan tersebut. Setelah beberapa kali renovasi, stadion diperluas untuk total 25.000 kursi, tetapi itu tidak cukup untuk memenuhi permintaan yang besar dari para penggemar.
        Santiago Bernabéu telah bertahun-tahun bermimpi untuk membangun koliseum baru dan ketika menjadadi presiden pada tahun 1943, mimpi itu menjadi kenyataan. Dia meluncurkan sebuah proyek besar, dengan kapasitas untuk 100.000 penonton. Sebuah stadion yang luar biasa tertulis di halaman sejarah Real Madrid. Chamartin Baru menjadi sebuah lapangan terbaik di Eropa dan salah satu yang paling modern di dunia. Pada kesempatan peresmiannya pada bulan Desember 1947, tim Madrid menang atas tim juara Portugal, Os Belenenses (3-1) menang. Barinaga mencetak gol pertama dan tertulis dalam sejarah skenario ini.
     Santiago Bernabeu tidak puas dengan apa yang telah dicapai dengan inaugurasi Chamartín Baru. Dalam pikirannya terus datang ide-ide baru untuk meningkatkan stadion dan beradaptasi dengan massa sosial klub. Pada tahap kedua pembangunan, yang dimulai pada tahun 1952, tujuan utama adalah untuk meningkatkan kapasitas bagi 125.000 penonton dan menyediakan peralatan semodern mungkin.
          Stadion dengan kapasitas baru diresmikan pada bulan Juni 1954. Pada tahun 1955, para kompromisaris menyepakati bahwa stadion ini diberi nama Santiago Bernabéu. Selanjutnya stadion ini terus diperbaharui. Pada tahun 1957 berubah menjadi stadion dengan penerangan terbaik di dunia. Pada tahun 1965 proses  pengalihan kantor klub itu selesai dilakukan, yang sejak penciptaannya telah digunakan berbagai tempat di ibu kota ini.  

Minggu, 08 November 2015

Historical Real Madrid

Welcome to my blog Confesando Los aficionados del Real Madrid Ver este Blog que soy La formazione del Real Madrid Storia Fino Miglior Video Real Madrid

 A.  Seutas Perjalanan Real Madid dari Tahun 1910-2015

     Sebuah cabang olahraga baru, asal Inggris, masuk ke Spanyol: bola kaki. Sambutan yang baik dari masarakat menyebabkan pada akhir abad 19 dan awal abad ke 20 terbentuknya klub-klub pertama untuk mempraktekannya. Satu diantaranya adalah Madrid Football Club, benih dari Real Madrid saat ini. Julian Palacios menjadi pemimpin pertama akan tetapi yang membentuk secara resmi klub ini adalah Juan Padrós. Para pendukung berkembang begitu pesat sehingga Madrid memutuskan untuk mengajukan permohonan untuk menyelenggarakan suatu turnamen penghargaan kepada raja Alfonso XIII. Inisiatif ini kemudian menjadi Copa de España. 

    Sebuah cabang olahraga baru, asal Inggris, masuk ke Spanyol: bola kaki. Sambutan yang baik dari masarakat menyebabkan pada akhir abad 19 dan awal abad ke 20 terbentuknya klub-klub pertama untuk mempraktekannya. Satu diantaranya adalah Madrid Football Club, benih dari Real Madrid saat ini. Julian Palacios menjadi pemimpin pertama akan tetapi yang membentuk secara resmi klub ini adalah Juan Padrós. Para pendukung berkembang begitu pesat sehingga Madrid memutuskan untuk mengajukan permohonan untuk menyelenggarakan suatu turnamen penghargaan kepada raja Alfonso XIII. Inisiatif ini kemudian menjadi Copa de España. 

     Pada awal dekade 20-an, Real Madrid kembali menjadi pioner di persepakbolaan Spanyol. Klub putih melakukan beberapa pertandingan di luar negeri, yang menjadikannya sebagai referensi internasional. Dengan adanya hal transenden ini, klub membuat dua kali perubahan stadion pada masa itu. Pertama, ke Velódromo Ciudad Lineal dan kemudian dibangun di Chamartín. Di stadion kedua ini diselenggarakanlah pertandingan Kompetisi Liga yang baru saja lahir (1928).

    Setelah Ricardo Zamora, masuklah juga Ciriaco dan Quincoces. Mereka bertiga membentuk pertahanan yang terbaik di dunia. Hasilnya, empat gelar (dua liga dan dua copa) dalam empat tahun. Tumbuhlah benih dari Madrid Sang Juara, tetapi pecahnya perang saudara menghancurkan kesuksesan ini.

    Dalam masa ini lahirlah berbagai keberhasilan dari klub dan persaingan dengan Barcelona. Stadion Chamartín harus dibangun kembali, tim baru harus dibentuk dan kompetisi harus dimulai lagi. Semua tantangan itu dapat dilalui atas jasa dari figur Santiago Bernabéu. Pada dekade ini dibangunlah dasar dari sebuah klub yang kemudian dikenal sebagai “yang terbaik di abad XX”.

     Dekade ini sangatlah brilian. Sebuah generasi pemain yang dipimpin Alfredo Di Stéfano membawa Real Madrid ke puncak jaya sepak bola. Tim yang meraih lima Piala Eropa berturut-turut ini membuat kagum dunia dengan permainannya yang spektakuler. Aliran keberhasilan yang tak pernah habis memberi legitimasi kepada klub sebagai yang terbaik di Eropa. Dia dinobatkan sebagai “Raja dari para raja”, dan kalau itu tidak cukup, mereka berhasil mengangkat Piala Antarbenua pada edisi pertamanya (1960).

     Pada saat ini tim berada dalam masa renovasi. Di Spanyol tim inilah yang terbaik, berhasil meraih delapan kejuaraan Liga, lima diantaranya secara berturut-turut dan dengan meraih Liga dan Copa dalam musim yang sama. Di luar negeri klub ini mendapat Piala Eropa yang keenam, yang diraih oleh Real Madrid dari tim “ye-ye”. 

     Dekade ini dimana tim berhasil meraih juara liga keenam diwarnai juga dengan kematian Santiago Bernabéu. Tanggal 2 Juni 1978 dunia sepak bola berduka atas kematian presiden yang membawa Real Madrid ke puncak tertinggi. Luis de Carlos, sahabat dan mentornya, menggantikannya. Dia memimpin klub putih selama 7 tahun. Dalam masa itu dia mampu mewujudkan dan mewartakan nilai-nilai klub yang kemudian mendapat pengakuan dunia. 

      Jorge Valdano, Fabio Capello dan Vicente del Bosque merupakan tokoh bernama besar pada dekade ini. Tiga pelatih yang sukses ini membawa Real Madrid menjadi raja di kompetisi Liga dan Eropa. Mereka memiliki pemain-pemain bintang untuk menjadi sang juara. Pemain setaraf Redondo, Laudrup, Seedorf, Suker, Mijatovic dan Roberto Carlos mendarat di tim putih pada tahun 90-an. 

      DiTahun 2000an Real Madrid kembali menjelajahi Benua Eropa dengan penuh kebanggaan dan kemenangan. Tim Real Madrid mengangkat Piala Eropa ke sembilan, Piala Antarbenua ketiga dan juga lima Liga. Selain itu, Florentino Pérez memperbaiki ekonomi klub dan menjadikannya klub terkaya di dunia. 

              Pada etape ini Real Madrid kembali menentukan perjalanan sepakbola dunia. Tanggal 24 Mei 2014  tim ini merebut Piala Eropa dan pada tanggal 20 Desember, Piala Dunia antar Klub. Lagi pula, bersama Ancelotti mereka berhasil merebut Piala Super Eropa dan satu Piala Raja. Sebelum kedatangan pelatih asal Italia, tim Blanco berhasil merebut tiga gelar bersama Mourinho sebagai pelatih. Pelatih asal Portugal meninggalkan tim ini pada akhir musim 2012-13. Dibulan Juni 2015, Rafa Benítez telah mengambil alih satu proyek yang baru dan sangat menarik.